RSS

Kelor

28 Sep

Dunia tidak selebar daun kelor… Pepatah yang sering kita dengar untuk menggambarkan betapa luasnya dunia sehingga jangan pernah menyerah untuk menemukan sesuatu yang diinginkan. mungkin begitu kira-kira maksud dari pepatah tersebut. Tapi kali in saya tidak akan membahas mengenai pepatah tersebut, apalagi asal muasalnya… beuuuhhhh, ditambah lagi, foto siapa dibalik daun kelor ini… hahaha.. pastinya yang nulis dong.. masa mba Hillary Clinton.. wkwkwk..

Daun kelor adalah salah satu jenis daun yang menjadi sayur khas di daerah sulawesi tengah khususnya di Kota Palu dan sekitarnya. Jadi, kalo anda lagi jalan-jalan ke Kota Palu, jangan lupa untuk mencoba mencicipi sayur kelor alias uta kelo. apalagi bila dinikmati dengan sayur ikan alias palumara, wuiih nikmatnya.. mungkin anda berpikir, sayur koq di campur dengan sayur lagi ? emang kenapa.. gak ada salahnya kan… hehehe… Sayur kelor dengan kuah yang bersantan sementara palumara dengan kuah asam jawa.. jadi ketika dicampur ke nasi hangat, wuiiih… sensasinya ruaarr biasaaa… (lebay gak sih… ??)
tapi satu hal yang pasti, sayur ini juga menjadi sayur favorite saya .. :-)
sehingga didepan rumah tempat tinggal saya, selalu diusahakan ada pohon kelor yang ditanam, untuk memudahkan kalau lagi ingin makan sayur kelor. Mau Coba? ketik email aja, biar saya kirim resepnya.. hehehe

Selain buat sayur, kata beberapa tulisan di internet bahwa ini adalah sayur kampung…. eh kata siapa… di Jakarta banyak kelor koq… padahal Jakarta kan Ibukota negara, walaupun sebenarnya kampung juga.. kampung besar maksudnya..
Manfaat lain dari Daun Kelor hasil telusuran dari Internet juga antara lain adalah :

Daun kelor mengandung pterigospermin yang bersifat merangsang kulit (rubifasien) sehingga sering digunakan sebagai param yang menghangatkan dan mengobati kelemahan anggota tubuh seperti tangan atau kaki. Jika daun segarnya dilumatkan, lalu dibalurkan ke bagian tubuh yang lemah, maka bisa mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik. Selain itu, daun kelor berkhasiat sebagai pelancar ASI. Oleh karena itu, untuk melancarkan ASI, seorang ibu menyusui dianjurkan makan dan kelor yang disayur.

Biji kelor berkhasiat mengatasi muntah. Biji kelor yang masak dan kering mengandung pterigospermin yang lebih pekat sampai bersifat germisida.

Hasil penelitian Madsen dan Dchlundt serta Grabow dan kawan-kawan menunjukkan bahwa serbuk biji kelor mampu menumpas bakteri Escherichia coli, Streptococcus faecalis dan Salmonella typymurium. Karena itu di Afrika, biji kelor dimanfaatkan untuk mendeteksi pencemaran air oleh bakteri-bakteri tadi. Caranya, yaitu dengan mengendapkan air keruh yang diduga tercemar, kemudian ditaburi serbuk biji kelor sebanyak 200 mg/liter dan diaduk sampai larut.

Kemudian buah kelor diketahui mengandung alkaloida morongiona yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Buah kelor ini biasanya disayur asam sebagai sayur yang lezat bagi lidah orang Jawa.

Namun, di antara bagian tanaman kelor yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah daunnya. Bahkan, masyarakat di pedesaan memanfaatkan daun kelor itu untuk sayur asam dan lalapan.

Daun kelor mentah yang digiling halus, kemudian dijadikan bedak atau campurkan dengan bedak, maka dapat menghilangkan noda hitam pada kulit wajah.

 
2 Comments

Posted by on 09,2011 in Uncategorized

 

2 responses to “Kelor

  1. krisna

    12,2014 at 31

    Assalamualikum ibu.

    Mau dong ibu resep nya.

    terima kasih ya bu.

    Krisna Bogor

     
  2. emmeliatan

    10,2016 at 31

    mau donk resepnya bu. mohon dikirim k emmeliatan@gmail.com

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: