RSS

ketika usia terus berjalan

23 Feb

Hari menjelang 1 juli 2008 masih jauh, ada rasa getir, khawatir, cemas, tetapi tetap ada semangat baru yang harus terus ditumbuhkan agar tercipta energi yang baru. diUsia 32 nanti masih sendiri? oh no… walaupun gak tau harus gimana. Mensyukuri karunia Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan kepadaku. kekuatan hati serta cinta dari orang-orang terdekat dan selalu memberikan cinta kepada lingkungan, dan selalu merasa hidup ini selalu diselimuti oleh cinta.

Dalam perjalanannya ada saja pertanyaan mengapa bisa bertahan hidup melajang hingga diusia yang sudah sepantasnya mempunyai pengeran, teman-teman seperjuangan sudah memiliki anak yang menjadikan waktu lebih beragam. kalimat, pasti kamu terlalu banyak milih, didunia ini gak ada orang yang sempurna bo, cari pasangan itu gak perlu yang cakep dan memiliki segalanya, yang penting dia sayang dan suka sama kita”, makanya kalo milih pasangan jangan terlalu sesuai dengan kriteria yang diinginkan, susah dapatnya”, “kamu bergaulnya dilingkungan mana sih, koq gak adayang nyantol?”, emangnya dikantor kamu gak ada yang suka ato yang kamu taksir? pindak kantor aja lagi”, kamu pernah patah hati ya, dan kamu membenci pria”. jawabanku atas semua pertanyaan itu TIDAK, karena memang belum ketemu yang cocok aja, artinya Allah SWT belum mempertemukan dengan pasangan yang baik pantas untukku. aku ingin semua berjalan dengan normal, menikah bukan hanya karena faktor usia, dan karena malu diusia kepala tiga belum juga menikah.
Tetapi hidup itu memang perlu dinikmati kan? salah satu cara menikmatinya adalah jalan-jalan, dan sekalian bisa melirik ga masalah kan? nanti kalo sudah berkeluarga, pastinya gak sebebas ketika masih lajang. karena tanggung jawabnya lebih besar. toh ketika masih lajang masalahnya kapan menikah, bila sudah menikah, pertanyaannya kapan punya anak, ketika punya anak pasti masih banyak pertanyaan lain yang penuh masalah. Jadi lebih baik menikmati hidup dengan cara kita aja kan?… walaupun ketar ketir itu selalu ada, masalah ya itu tadi… 32 bo!

Aku orangnya suka becanda dan senang dengan yang lucu-lucu menurutku, dan aku selalu memilih teman dilingkungan yang punya gaya humor yang cukup dibanding dengan teman yang bawaanya selalu mengeluh, susah, mukanya kusam selalu dilipat tanpa senyum sama sekali. kalo gak terpaksa aku gak suka berhubungan dengan orang yang seperti ini. Walaupun sesekali aku suka penasaran juga adasaja orang yang seperti ini. Suatu ketika sedang becanda dan sedikit diseriusin mengenai gaya hidup zaman sekarang, akau sempat dibecandain sama teman, bahwa “jangan-jangan kamu tuh, cuma luarnya yang tertutup rapi padahal didalamnya sudah gak terjaga lagi”, aku langsung bereaksi kalo digituin. enak aja, walaupun aku suka becanda, tetapi aku gak suka orang lain menilaiku dengan negatif seperti itu, walaupun becanda, karena itu gak bisa dibecandain. wah aku langsung marah-marah via email. Aku sangat menjaga harga diri, menurut ibuku, wanita kalau sudah kehilangan harga dirinya sudah tidak adalagi yang bisa dibanggakan pada dirinya. walaupun dibilang kuno, tetapi aku selalu ingat pesan itu. Aku sudah gak memiliki kedua orangtua, maka pesan mereka semasa hidup terus aku pegang dan kuingatkan pada adik-adikku, karena menurutku pesan mereka tidak basi. Sebisa mungkin aku harus selalu menjaga harga diri.

Pernikahan adalah sebuah lembaga yang agung, sehingga hubungan yang tadinya diharamkan bisa menjadi halal dengan adanya sebuah pernikahan, sehingga hubungan itu tidak boleh dipermainkan diluar lembaga yang agung itu. Allah SWT sudah mengatur semuanya, agar hidup ini menjadi lebih terarah dengan baik.

Semua karena kehendak Allah SWT semata. kita hanya tunggu giliran aja, dan terus memohon untuk segera diberikan. Allah memberikan lebih cepat, ya tentunya menikahnya kan lebih dahulu, bila belum juga, berarti Allah SWT sedang menyiapkan yang terbaik. tetapi Allah maha tahu lebih dari apa yang kita tahu.

 Kita harus lebih banyak saling mendoakan ya, semoga Allah SWT selalu menuntun kita untuk selalu memperbaikin diri ke arah yang benar. Harapanku, semoga kelak aku bisa mendapatkan pangeran yang mampu menjadi imam bagi keluargaku kelak. Amin.

 
3 Comments

Posted by on 02,2008 in Uncategorized

 

3 responses to “ketika usia terus berjalan

  1. dasri murtiyoso

    03,2008 at 31

    wah mbak elvi termasuk, penulis produktif juga ya …
    boleh dong sekali-kali jalan2 ke portal saya. thaks.

     
  2. Lidya Putri

    05,2008 at 31

    iya nih Mbak,…aku juga ngundang main ye….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: